“We Accept The Love We Think We Deserve”
Sekolah memang biasanya menjadi tempat untuk menemukan sebuah titik balik dalam kehidupan seseorang. Masa sekolah membuka peluang kalian akan bertemu dengan cinta pertama, sahabat sejati, tindakan pengkhianatan, kekerasan, ketidakjujuran serta kompetisi dan persaingan. Hal itu memang sesuatu yang wajar terjadi. Dari hal tersebut, kalian bisa membentuk jati diri kalian.
Itulah yang dialami Charlie (Logan Lerman). Anak bungsu dari tiga
bersaudara. Ia memiliki pribadi yang berbeda dengan kakaknya. Charlie merupakan pribadi tertutup,
penyendiri, pemalu, jarang berbicara serta bukan seseorang yang populer dilingkungan sekolah seperti kakaknya. Hal itulah yang membuatnya kesulitan mendapatkan teman.
Satu waktu, ia dan teman-teman seangkatannya satu kelas dengan salah satu
senior yang eksentrik. Charlie memberanikan diri untuk berkenal dengannya. Ia
bernama Patrick (Erza Miller), Patrick membuka dirinya untuk Charlie. Ia pula yang
memperkenalkan Charlie dengan Sam (Emma Watson), seorang wanita yang membuat Sam jatuh
cinta. Patrick dan Sam akhirnya memperkenalkan Sam kepada ‘peer-group’ mereka.
Yang bernama Wallflower.
Cerita film ini akhirnya mengalir terus diantara 3 orang tersebut, Sam,
Charlie, dan Patrick. Banyak fakta yang mengejutkan yang terungkap dari 3 orang
tersebut. Charlie mengalami trauma berat atas kehilangan tantenya waktu kecil
karena kecelakan serta sahabat baiknya karena bunuh diri, Charlie ternyata
adalah seorang penyuka sesama jenis, sedangkan Sam “dijual” bapaknya kepada
koleganya pada usia 11 tahun.
Plot utama film ini sebenarnya sama dengan kebanyakan “High School Film”.
Awalnya ada seorang anak baru yang tak punya teman bisa memiliki teman,
kemudian dilanjutkan dengan ada konflik si anak baru itu dengan teman barunya.
Anak baru dan teman barunya berpisah. Dan ditutup dengan konflik yang
diselesaikan anak baru, sehingga ia bisa berteman lagi dengan temannya.
![]() |
| Sam, Charlie dan Patrick |
Plot yang harusnya “boring” ini berhasil ditutup secara sempurna dengan
cerita dari Sam, Charlie, dan Patrick. Mengapa bisa seperti itu? Mungkin dikarenakan
sang sutradara dan pembuat screen play
merupakan pengarang dari novel yang mengadaptasi film ini.
Apa yang ingin disampaikan pengarang novel ini tersampaikan dengan begitu
indah di film ini.
Apa yang bisa dipelajar dari cerita di film ini? Buat penulis adalah
jujurlah dengan perasaanmu. Jangan menjalani sebuah hubungan yang memang tidak
benar-benar kau inginkan. Jika kau berani jujur dengan perasaanmu maka akan
selalu ada jalan yang terbukan untuknya.
Mungkin kamu juga bisa merasakan sebuah nilai-nilai sebuah persahabatan
yang dibangun. Tak peduli dia seperti apa, kita harus bisa menerima teman dan
sahabat kita tanpa syarat.
Film ini sangat menyenangkan untuk ditonton dengan pasangan (atau mungkin
gebetan kalian), atau dengan peer-group kalian.
Sebuah film belatar tahun 90an yang dieksekusi dengan baik dan mempunyai alur
cerita drama yang baik pula.
Selamat menonton!









