17 Desember 2012

SuperHeroes (2011)


"Jika tuhan memberikanmu kekuatan luar biasa, apa yang akan kau lakukan dengan kekuatan itu?"


Superman, Spiderman, Green Arrow, IronMan, Batman, atau Thor? Siapa yang tidak kenal dengan mereka. Ya, mereka adalah tokoh rekaan dengan kekuatan super yang bertujuan untuk membasmi kejahatan di muka bumi ini.

Tokoh superhero seperti ini biasanya memiliki banyak pengemar, bagi orang yang menyukainya suatu hal yang wajar untuknya mengoleksi berbagai macam benda yang berhubungan dengan tokoh idolanya, mulai dari baju, sepatu, action figure, poster, komik dan filmnya. Tetapi, ada pula orang-orang yang berbuat lebih dari itu.

Kekaguman seseorang terhadap tokoh superhero ternyata bisa diwujudkan dengan menjadi Reallife Super Heroes.  Itulah yang berusaha diangkat oleh pembuat film dokumenter ini (HBO), bagaimana sosok-sosok pahlawan super yang hidup di dunia nyata.

Reallife Superheroes ini nyata. Mereka berdandan layaknya tokoh superheroes yang ada di televisi dan komik. Ada yang memutuskan menggunakan kostum untuk menutupi identitasnya, tetapi ada pula yang sengaja membiarkan wajahnya terbuka sehingga orang mengenal dirinya.

Mungkin sebagian besar orang melihat perbuatan mereka adalah sesuatu yang bodoh, aneh dan ganjil. Tetapi bagi mereka sendiri, tindakan ini merupakan sebuah bentuk keprihatinan dan kepedulian mereka dengan lingkungan mereka. Sudah menjadi panggilan jiwa mereka untuk”menjaga” lingkungan sekitar mereka dari tindakan kejahatan yang mungkin terjadi.

Film dokumenter ini mengambarkan secara menyeluruh tentang reallife superheroes. Bagaimana lingkungan kehidupan disekitar mereka. Apa yang disiapkan para reallife superheroes sebelum "menjalankan tugasnya", bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat ketika beraksi, bagaimana hubungan mereka dengan orang tua mereka, lingkungan mereka, bahkan dengan aparat penegak hukum.

Ketidakpedulian terhadap lingkungan haruslah dihindari, orang-orang ini (Real Life SuperHeroes) berusaha memberikan inspirasi kepada masyarakat luas bahwa jiwa itu harus ditumbuhkan, sebuah pelayanan sosial tidak harus menunggu datang dari pemerintah, masyarakat umum bisa melakukannya dengan inisiatif pribadi, asalkan ada kemauan.

Kostum mereka mungkin hanya sebuah simbol untuk menarik perhatian, karena jika menarik perhatian, akan lebih mudah buat mereka untuk berkomunikasi dan menyampaikan apa yang mereka ingin sampaikan. Kesadaran pribadi untuk berbagi akan membuat hidup ini bermakna.

Real Life Superheroes mungkin memiliki tujuan yang mirip dengan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di Indonesia (menjaga keamanan lingkungan, berpatroli di jalanan malam, dsb). Mungkin ini yang membedakan antara negara barat dan Indonesia. Di Indonesia, masyarakat di ajak peduli dengan lingkungan sekitarnya dengan gerakan siskamling (atau mungkin juga kerja bakti), sedangkan di Amerika Serikat, semuanya menjadi tanggung jawab negara (polisi dan dinas sosial).

Jangan melihat mereka yang berkostum (real life superheroes)) sebagai seseorang yang aneh tetapi lihat mereka sebagai seseorang yang berusaha menginsiprasi lingkungan sekitar mereka untuk berubah  menuju sebuah lingkungan yang baik.

Selamat Menonton!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar