Perbedaan hadir bukan sebagai sumber perpecahan, tetapi perbedaan ada agar kita saling mengenal dan bersatu.
Tindakan rasis merupakan penyakit yang menghinggapi kehidupan sosial masyarakat.
Tindakan rasis bisa kita temukan hampir diseluruh muka bumi, baik di Benua Amerika, Eropa, Afrika, Australia, serta Asia, perbedaan warna kulit inilah yang mendorong seseorang menjadi rasis, berpikir bahwa satu warna kulit lebih baik dibandingkan warna kulit lain.
The Sapphires (2012) mengambil latar belakang kehidupan masyarakat
Australia sekitar tahun 1958 - 1968. Tahun itu, kondisi Australia masih kental dengan perilaku rasis, Suku Aborigin menjadi korban tindakan rasis warga kulit putih.
Itulah yang dirasakan oleh Gail, Chintya dan Julie. Mereka diperlakukan tidak adil saat kompetisi bernyanyi, walaupun 'trio wanita aborigin' ini bernyanyi paling baik, mereka tidak menang kompetisi itu karena warna kulit mereka. Tapi setidaknya peristiwa itu menjadi berkah bagi mereka bertiga, karena bertemu dengan Dale, seorang musisi handal.
Dale menyukai suara mereka dan berusaha mengajak bekerja sama denganya. Julie teringat bahwa ia pernah melihat iklan lowongan yang mencari grup penyanyi untuk menghibur tentara sekutu di Vietnam, lewat perdebatan yang panjang, akhirnya mereka setuju untuk berangkat audisi.
Audisi dilakukan di kota Melbourne, merekapun mengajak Kay, sepupu mereka
yang tinggal di Melbrourne untuk bergabung. Dengan formasi suara mereka
berempat, mereka berhasil lolos audisi dan diberangkatkan ke Vietnam untuk
menghibur para prajurit sekutu.
The Sapphires (2012) tergolong film drama musikal. Lagu-lagu yang dibawakan bergenre Pop, Soul dan RnB. Ide film ini berasal dari sebuah kisah nyata, kisah empat orang warga Australia bernama Laurel Robison, Lois Peeler, Beverley Briggs, dan Naomi Mayers yang berkeliling Vietnam untuk menghibur tentara sekutu.
![]() |
| The Original Sapphires |
Isu yang dibawa oleh film ini berkaitan dengan rasis. Orang-orang di ajak untuk melihat bagaimana dampak negatif dari rasisme dalam kehidupan nyata. Rasisme sering kali membuat orang merendahkan orang lain, memiliki pola pikir membangga-banggakan kehebatan berdasarkan warna kulit. Padahal warna kulit tidak menentukan kemampuan ataupun keahlian seseorang, semua itu ditentukan dengan usaha dan perjuangan seseorang.
Tiga tokoh utama film ini berkulit hitam, sedangkan dua tokoh utamanya berkulit putih. Perbedaan ini ternyata tidak membuat hubungan mereka menjadi berantakan sebagai sebuah tim, mereka mampu untuk bekerja sama dengan baik. Bahkan diantara mereka, bisa timbul rasa cinta dan kasih sayang. Warna kulit tidak mempengaruhi mereka.
Rasisme merupakan penyakit yang harus dihapus dari setiap pikiran manusia. Menjadikan warna kulit sebagai pembeda dan pemisah merupakan sebuah paham yang buruk. "Don't judge the book by it's cover" berlaku disini, atau lebih cocok jika ditulis "Don't judge someone by his skin colour".
Film ini sangat menyenangkan untuk ditonton, sebuah film ringan dengan musik yang asik. Efek samping nonton film ini, Mungkin bagi beberapa orang film ini akan menimbulkan keingintahuan lebih
lanjut soal sejarah Australia yang berhubungan dengan kaum Aborigin. Atau bisa juga menimbulkan
ketertarikan untuk mendengarkan lagu-lagu bergenre Soul.
Selamat menonton.









