26 April 2012

Absentia (2011)


'Terowongan selalu menyajikan sebuah ketakutan tersendiri bagi orang-orang.  Apalagi jika terowongan itu gelap, sempit, lembab, dan Sepi. Kau tidak akan mengetahui apa yang terjadi ketika kau berada di tengah terowongan itu, jika sendiri'.


Tujuh tahun, itu waktu yang dihabiskan Tricia untuk menunggu kembalinya suaminya yang hilang. Tetapi ia belum jugamemutuskan untuk mengajukan surat kematian. Adiknya, Callie datang untuk memberikan tekanan kepada kakaknya, agar ia segera menyatakan suaminya, ‘dead in absetia’. Hilangnya suami Tricia mendatangkan banyak masalah, ia harus segera memulai kehidupan atau dia akan kehilangan segalanya.

Detective Mallory, merupakan ketua dari pengusutan kasus hilangnya orang secara misterius di daerah tersebut. Hilangnya suami Tricia tanpa kabar, bukan kejadian pertama, sudah banyak orang yang menghilang secara misterius dari daerah tersebut.

Kedatangan Callie ke rumah Tricia memberikannya beberapa petunjuk mengenai kasus hilangnnya orang-orang secara misterius. Ia mulai menemukan kaitan dengan terowongan di dekat rumah Callie dengan kasus kehilangan. Secara tidak sengaja ia bertemu dengan seseorang yang sekarat di terowongan tersebut. Kontak pertama itu telah membawa Callie ke sebuah investigasi kecil mengenai keberadaan terowongan tersebut. Ia berhasil menemukan informasi mengenai legenda rakyat soal terowongan tersebut.Pertemuan itu membawa terror yang mencekam kepada Callie dan Tricia.

Film ini membawa ketakutan klasik yang sudah banyak hinggap di benak manusia. Sebuah lorong panjang yang suram dan sepi. Alur cerita dalam film ini memang berkesan lambat, tapi tetap menarik untuk di ikuti karena menawarkan kejutan-kejutan yang membuat penasaran untuk menonton sampai akhir. Film ini menawarkan pengambilan gambar yang menawan, dan menyenangkan. Kita akan di ajak berkeliling untuk menikmati pemandangan di sekitar rumah Tricia yang indah dan menawan.
Walaupun film ini bertema horror, tetapi di dalamnya terselip kisah drama. Tricia dihadapkan kepada pertentangan antara perasaan dan kenyataannya. Dalam dirinya ia masih menunggu suaminya yang hilang tanpa kejelasan kabar, sedangkan di sisi lain, ada seorang pria yang mendekati dirinya, dan menawarkan sebuah masa depan yang jelas.

Tricia dan Callie
Film ini mendapatkan 6 penghargaan dan 3 nominasi di berbagai macam festival di dunia. Film ini mendapatkan penghargaan di Fargo Film Festival (best narrative feature), Phoenix International Horror & Sci-Fi Festival (best feature film), Rhode Island International Horror Film Festival (Best Film), ShockerFest (Best Horror Feature), Shriekfest (Best Horror Feature), serta Sonoma Valley Film Festival (best narrative feature).

Film ini cukup menegangkan,  walau temponya lambat, tetapi cara bertutur sangat baik, sehingga kita tidak akan bosan ketika menontonnya. tetapi, mungkin akhir ceritanya, akan jauh dengan ekspektasi kebanyakan orang.

23 April 2012

The Awakening (2011)


“ Kau hanya melihat, apa yang perlu kau lihat!!”

Kutipan itu mungkin akan kita sering dengar ketika kita berada di tempat yang angker dan seram. Sering kali teman atau mungkin orang tua kita berkata, ‘kalau kau mikir yang serem-serem, nanti beneran datang, loh!!’ atau argumen nyeleneh ‘mahluk halus itu makan energi negatif, jika loe mikir serem, itu energi negatif, karena itu mereka datang mendekat!’ Tapi, apa yang akan kalian lakukan jika sebuah foto memperlihatkan sosok asing? Apakah kalian percaya dengan keberadaan mahluk seperti itu?.

Add caption
Florence Cathcart merupakan salah satu orang yang tidak percaya dengan keberadaan mahluk halus seperti itu, ia adalah sosok wanita yang berpegang teguh kepada logika berpikir serta fakta yang ada dilapangan. Iapun dikenal sebagai sosok ‘Ghost Lady’, karena terkenal sebagai ‘pemburu hantu’, atau lebih tepatnya ‘pemburu orang-orang yang berpura-pura sebagai hantu’

Tahun 1921, merupakan tahun dimana orang-orang masih bersedih dan berduka setelah selesainya perang dunia pertama. Banyak orang yang masih terpukul, kecewa, sedih karena kehilanggan orang yang dicintainya. Rasa rindu membuat orang-orang tersebut menjadi tidak bijak, sehingga menggunakan berbagai macam cara untuk bisa menemui orang yang dikasihinya, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan ‘jasa gaib’

Hal inilah yang dimanfaatkan banyak orang, sehingga sering terjadi penipuan dengan dalil ‘ritual gaib’ agar bisa bertemu dengan arwah orang-orang yang dikasihinya. Konflik inilah yang menjadi pembuka film The Awakening. Florence Cathcartlah yang membongkar salah satu kasus penipuaan itu.

Florence akhirnya diundang untuk  membuktikan keberadaan sesosok hantu anak pria disebuah broading School. Pada awalnya ia sangat yakin bahwa sosok hantu itu hanyalah perbuatan iseng murid sekolah, tetapi lama kelamaan ia harus menyadari bahwa sosok itu sebenarnya nyata, dan ada. Konflik membawanya lebih jauh lagi, ia memiliki hubungan yang mendalam dengan sosok hantu kecil itu.

Film ini membawa unsur-unsur klasik dalam membuat suasana mencekam dan menakutkan, ide cerita yang brilian dan baru bisa di tebak ketika akhir cerita, yang membuat penasaran adalah apa hubungan Florence dengan hantu anak kecil tersebut.
Florencen Cathcart dan Robert Mallory

Sebagai sebuah tontonan, film ini membawa beberapa nilai yang patut untuk dicermati oleh para penontotnnya, terutama bagi wanita yang sudah memiliki anak (ibu). Mengapa? Karena di film ini, hadir tidak sosok wanita yang kehilangan orang yang dikasihinya.

Kesedihan akan perpisahan itu sebaiknya jangan sampai membuat menjadi tidak waras dan berpikir menyimpang. Seorang Ibu, akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya, walaupun hal itu akan membuat ibu itu menderita.

Film ini cukup menegangkan, karena munculnya sosok mahluk halus sering kali tidak diduga dan tidak disangka. Disarankan untuk menonton kisahnya dengan serius, terutama di akhir cerita, karena jalannya cerita membutuhkan perhatian hebat, jangan sampai kalian melewatkan detail penting.
Selamat Menonton.

21 April 2012

Hysteria (2011)



Bagaimana kisah dibalik penemuan alat bantu seks (virbator) pertama kali di dunia? Itulah yang berusaha dituangkan dalam film ini.



Latar waktu di film ini adalah Inggris di awal tahun 1900an, Kisah ini diawali oleh seorang dokter muda bernama dr.Mortimer Granville yang bekerja disebuah rumah sakit di London, ia beradu argumen dengan direktur rumah sakit mengenai keberadaan kuman. Direktur rumah sakit ini masih orang yang kolot, ia tidak mempercayai argument dr.Granville mengenai keberadaan kuman, akhirnya ia dipecat dari pekerjaan di rumah sakit.

Pemecatannya ini akhirnya membawa Granville untuk mencari pekerjaan baru, dan akhirnya ia bertemu dengan dr. Robert Darlymple, seorang dokter yang mengdiagnosa bahwa kebanyakan wanita di Inggris memiliki Hysteria. dr. Darlymple meyakini bahwa untuk menyembuhkan penyakit itu, wanita harus diberikan ‘rangsangan halus’ di daerah kewanitaannya. Tindakan itu menghabiskan waktu yang sangat lama untuk mencapai hasil yang ‘memuaskan’, hal itulah yang membuat dr. Darlymple membututhkan asisten. dr.Granville akhirnya menerima pekerjaan itu.

Film ini termasuk genre komedi-romantis. dr. Darlymple memiliki dua anak perempuan, yaitu Emily dan Charlotte. Emily merupakan anak perempuan yang penurut dan patuh kepada ayahnya, sedangkan Charlotte penentang, pemberontak. Pada awalnya kisah cinta terjadi antara dr.Granville dan Emily, tetapi akhirnya kisah itu kandas karena dr.Granville di pecat dari pekerjaannya karena kesalahan yang dia buat. Sebuah peristiwa akhirnya membuat dr. Granville dekat dengan Charlotte.

dr. Granville mempunyai keluarga asuh yang berasal dari golongan bangsawan yaitu keluarga St. John-Smythe, keluarga ini yang membiayai dr. Granville dari kecil hingga sekarang menjadi seorang dokter. Edmund St. John-Smythe, merupakan kawan sebaya dari dr.Granville, ia merupakan orang yang eksentrik, ia sering kali membeli berbagai macam barang baru (karena pada masa itu, penuh dengan penemuan baru), dan membongkarnya untuk mengetahui apa isinya, dari peralatan inilah dr.Granville menemukan secara tidak sengaja alat yang dapat memberikan ‘rangsangan halus yang konsisten’.

Itulah cuplikan kisah dari film Hysteria. Jika kita melihat apa yang bisa kita pelajari dari film itu sangatlah banyak. Film itu mengajarkan kita mengenai kesetaraan gender, Inggris di era 1900an awal digambarkan masih belum memberikan kesempatan bagi kaum wanita untuk belajar di universitas, maupun memiliki hak suara di parlemen, wanita harus bekerja di rumah dan mengurus keluarga. Konflik yang di alami oleh Charlotte dalam film ini memperjuangan hal itu.

Para penonton pada akhirnya akan dibawa kepada kesimpulan bahwa Penyakit ‘Hysteria’  merupakan salah satu efek pengekangan wanita dalam urusan domestik (rumah tangga), wanita digambarkan tidak mendapatkan kebahagiaan utuh dalam ‘urusan ranjang’ karena keegosian pria, sehingga dia membutuhkan terapi yang dilakukan oleh dr. Darlymple.

Film ini juga mengambarkan adanya perbedaan kelas dan perlakukan berdasarkan status seseorang. dr. Darlymple dan Charlotte bertengkar hebat karena Charlotte menjalankan sebuah rumah penampungan dan sekolah gratis untuk rakyat jelata di London. dr. Darlymple sangat marah ketika teman Charlotte harus dirawat di tempatnya berpraktik, ia merasa bahwa tidak pantas seorang rakyat jelata masuk ke tempat praktiknya.

Pesan lain yang dibawa film ini adalah jangan bersifat kolot. Seseorang harus terus memperbaharui pengetahuannya, karena zaman berkembang, dan banyak penemuan baru. Jangan sampai ketidakmauan kita untuk membuka diri kepada sesuatu yang baru akan membawa petaka untuk orang lain.

Film ini termasuk ringan dan menyenangkan untuk di tonton. Banyak pesan yang bisa diambil dari film ini. Walaupun premis film ini berhubungan dengan penemuan virbator, tetapi tidak ada pengambaran yang sangat vulgar mengenainya.

Sekilas Pandang

"Setiap orang berhak berjuang dengan caranya masing-masing"

Itulah yang penulis percayai sekarang ini. Era demokrasi memberikan kebebasan kepada kita untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran kita, pendapat kita, pandangan kita tanpa harus takut untuk dibatasi. Tetapi, tentu kebebasan itu juga mempunyai batasan yang harus dipatuhi agar kebebasan yang ada tidak merusak.

Setiap manusia harus bisa menghargai pandangan orang lain, jika ada orang yang berbeda pendapat dengan kita, jangan sekali-kali menyerang mereka dan menyatakan bahwa pendapat mereka salah, karena belum tentu pendapat yang kita punyai juga benar.

Penggunaan kata benar dan salah juga kurang tepat jika kita berdebat tentang sesuatu. Benar-Salah itu sifatnya absolut, hanya Tuhan yang berhak mengatakan sesuatu itu salah atau benar. Sebagai manusia, kita cuma bisa sampai kepada tahapan tepat dan tidak tepat. Penggunaan kedua term itu lebih aman dan lebih netral.

===

Marilah kita tinggalkan celoteh penulis mengenai hal itu, dan beralih kepada, buat apa si blog ini dibuat. Penu;is ingin menjadikan blog ini menjadi tempatnya untuk membagi pikirannya soal film, kritik film (versi amatir), ataupun hal-hal lain yang terkadang menjadi pikiran penulis.
Semoga tulisan ini bisa menjadi tambahan pemikiran bagi yang membacanya

Terima Kasih
Gilang Pratama (@gilangputra)