20 November 2012

Posisi Sejarah dalam Kehidupan


Jangan sekali-Kali melupakan Sejarah - Soekarno.

Kata-kata pendiri bangsa kita ini sangatlah jelas maknanya. Sejarah  merupakan sesuatu yang tidak boleh dilupakan, sejarah merupakan hal yang selalu harus diingat, dipelajari, diambil hikmahnya. Ada baiknya kita sekarang  kita cari tahu dulu apa definisi dari “sejarah”.
Sejarah menurut Moh. Ali (penulis ‘pengantar Ilmu Sejarah Indonesia’) adalah ‘Sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa dalam kenyataan disekitar kita.Cerita tentang perubahan, kejadian dan peristiwa yang merupakan realitas’ atau ’Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan, kejadian, peristiwa yang merupakan realitas’
Candi Borobudur, salah satu peninggalan Sejarah
di Indonesia
Sejarah menurut Ibnu Khaldun (dalam bukunya ‘Mukadimah’) adalah ‘catatqan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat’. Jika merujuk pada pengertian Taufik Abdullah (Sejarawan Indonesia) Sejarah adalah Kejadian Masa Lampau dan cerita tentang kejadian itu.
Darimana kita mengetahui soal “sejarah”?, mungkin sebagian besar mendapatkan di sekolah, ada juga melalui buku-buku sejarah, buku biografi atau mungkin novel fiksi sejarah dan data-data internet.
Bagi sebagian besar teman-teman yang mengenyam pendidikan, pelajar sejarah mungkin didapat pertama kali dibangku sekolah tetapi, apa yang masih kalian ingat dari pelajaran sejarah di sekolah tingkat lanjut? Apa yang paling berkesan dalam belajar sejarah? Buat penulis, yang paling berkesan adalah bagaimana kita mengingat tanggal, tempat, tokoh, dari pelaku sejarah.
Penulis tidak pernah ingat guru sejarah di sekolah tingkat lanjut memberikan pelajar mengenai nilai, makna, pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah peristiwa sejarah. Jika kita ambil contoh, Sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Bumi Indonesia, kita ambil contoh adalah Majapahit.
Penulis hanya tau bagaimana luasnya Majapahit, kuatnya Majapahit, masa kejayaan kerajaan, raja-rajanya. Tetapi saya tidak mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai cerita dibalik kejayaan Majapahit, bagaimana mereka bisa memiliki wilayah seluas itu, bagaimana Jiwa kepemimpinan sang Raja, fisolosfi, serta pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut.
Proses belajar sejarah yang penulis alami hanya berkisaran di masalah-masalah teknis, tidak ada usaha untuk menggali  nilai, pelajaran, sisi positif dan negatif dari peristiwa serajah. Kita hanya diajarkan aspek formal dan teknis sebuah sejarah.
Jika kita cermati lebih mendalam, Sejarah memiliki dimensi yang sangat mendalam dan luas. Tidak sekedar sebuah kronologis peristiwa. Sejarah memiliki banyak sisi yang bisa digali dan dipelajari. Sejarah memberikan kita sebuah pelajaran, makna, nilai dari sebuah peristiwa yang terjadi dimasa lampau.
Ingat, Sejarahlah yang membentuk masa kini dan masa depan. Peristiwa di masa lalu akan mempengaruhi masa kini dan masa depan. Dengan memahami peristiwa di masa lalu kita akan dapat memahami masa kini dan masa depan. Mempelajari sejarah menjadikan kita memahami secara utuh suatu hal.
Mungkin contoh ini bisa memberikan penerapan praktis mengenai pentingan sejarah. Seberapakah kalian merasa penting untuk mengetahui sejarah pacaran pasangan kalian? Buat penulis, hal ini penting, karena penulis bisa tahu rekam jejak pasangan dalam berpacaran, bagaimana mereka berpacaran, apa saja yang mereka suka dan tidak suka. Semua informasi itu bisa digunakan untuk membentuk pola komunikasi serta pemahaman yang lebih baik terhadap pasangan dalam waktu relatif singkat.
Sejarah, mungkin sebuah ilmu yang dinilai membosankan dan tidak menyenangkan karena metode dan cara pengajaran yang kurang tepat. Tetapi, sebaiknya hal itu tidak dijadikan sebuah alasan tidak menyukai sejarah, karena sejarah memiliki posisi yang penting.

19 November 2012

Kampus, "Gudang Ilmu?"

Rektorat UI
Kampus selalu diasosiasikan sebagai pusat ilmu pengetahuan, bisa kita bilang kampus adalah ‘gudang ilmu’, kita bisa mendapatkan beragam pengetahuan dengan datang ke kampus.
TAPI
Apakah kalian sadar, bahwa ‘gudang ilmu’ ini, belakangan ini sudah benar-benar menjadi sebuah ‘gudang’. Ilmu pengetahuan hanya tertumpuk di kampus tanpa adanya upaya yang konkrit untuk menyalurkan ilmu tersebut.
Siapakah yang bertanggung jawab untuk menyebarkan ilmu tersebut? kalau menurut pendapat saya, yang bertanggung jawab untuk menyebarkan ilmu dari ‘gudang ilmu’ adalah para mahasiswa dan para alumni kampus, mereka wajib mempraktikan semua ilmu yang mereka dapat pada masa kuliah.
Tetapi, kenyataannya adalah banyak para alumni kampus yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya pada masa kuliah. Efeknya adalah ilmu yang mereka serap di masa kuliah akan mati perlahan. 
BUAT APA BERKULIAH KALAU BEGITU?
Kita tidak bisa memungkiri bahwa kebanyakan orang akhirnya memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya dikarenakan masalah keuangan. Gaji yang ditawarkan bekerja di perbankan lebih tinggi dibandingkan kerja sebagai jurnalis di Indonesia (Penulis adalah anak jurnal).
Tapi, keadaan itu seharusnya tidak membuat seseorang menyebarkan ilmu pengetahuannya yang ia dapatkan di masa kuliah. Jika mereka punya niatan yang kuat, mereka bisa menyalurkan itu di dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, LSM, menjadi relawan, atau kegiatan lainnya.
Intinya, kalian pasti punya cara untuk menyalurkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan kalian…
Kalian hanya perlu menemukan caranya…