![]() |
| Rektorat UI |
Kampus selalu diasosiasikan sebagai pusat ilmu pengetahuan, bisa
kita bilang kampus adalah ‘gudang ilmu’, kita bisa mendapatkan beragam
pengetahuan dengan datang ke kampus.
TAPI
Apakah kalian sadar, bahwa ‘gudang ilmu’ ini, belakangan ini
sudah benar-benar menjadi sebuah ‘gudang’. Ilmu pengetahuan hanya tertumpuk di
kampus tanpa adanya upaya yang konkrit untuk menyalurkan ilmu tersebut.
Siapakah yang bertanggung jawab untuk menyebarkan ilmu tersebut?
kalau menurut pendapat saya, yang bertanggung jawab untuk menyebarkan ilmu dari
‘gudang ilmu’ adalah para mahasiswa dan para alumni kampus, mereka wajib mempraktikan
semua ilmu yang mereka dapat pada masa kuliah.
Tetapi, kenyataannya adalah banyak para alumni kampus yang
bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya pada masa kuliah.
Efeknya adalah ilmu yang mereka serap di masa kuliah akan mati perlahan.
BUAT APA BERKULIAH KALAU BEGITU?
Kita tidak bisa memungkiri bahwa kebanyakan orang akhirnya
memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya
dikarenakan masalah keuangan. Gaji yang ditawarkan bekerja di perbankan lebih
tinggi dibandingkan kerja sebagai jurnalis di Indonesia (Penulis adalah
anak jurnal).
Tapi, keadaan itu seharusnya tidak membuat seseorang menyebarkan
ilmu pengetahuannya yang ia dapatkan di masa kuliah. Jika mereka punya niatan
yang kuat, mereka bisa menyalurkan itu di dalam kegiatan-kegiatan
kemasyarakatan, LSM, menjadi relawan, atau kegiatan lainnya.
Intinya, kalian pasti punya cara untuk menyalurkan dan
menyebarkan ilmu pengetahuan kalian…
Kalian hanya perlu menemukan caranya…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar