Ketika film soal tindakan terorisme lebih dilihat dari sudut pandang pelaku teror.
Tindakan terorisme bisa terjadi dimana saja, termasuk di negara-negara maju. Kita mengenal peristiwa 9/11 di Amerika serikat, ketika para teroris berhasil menabrakan pesawat yang mereka bajak ke gedung World Trade Center. Di Inggris, tepatnya di London, terjadi serangan bom yang menghantam sistem transportasi kota (bus dan kereta bawah tanah) hal itu terjadi di tahun 2005.
Ewan (Sean Bean) seorang mata-mata Inggris berusaha untuk mengagalkan serangkaian serangan bom bunuh diri di Kota London. Ia diperintahkan secara rahasia oleh atasannya untuk memburu para pelaku bom bunuh diri ini. Sementara itu, Ash (Abhin Gayela) berusaha agar rencana teror bom di kota London ini berhasil terlaksana.
Ewan berusaha mengikuti petunjuk yang ditinggalkan diberbagai lokasi kejadian sehingga ia bisa mengikuti jejak komplotan pelaku teror ini, sampai akhirnya ia bisa berhadapan satu lawan satu dengan Ash, dan Ewan berhasil mengagalkan pemboman bunuh diri yang dilakukan Ash.
Tetapi, apakah sesederhana itu plot yang dijanjikan di cerita ini?, tidak, ada beberapa twist yang disajikan dicerita ini. Twist dicerita ini akan mengungkapkan kenyataan besar yang terjadi di balik pemboman di Kota London.
Film ini penuh dengan pengambaran perubahan perilaku individu yang baik menjadi pelaku teror. Ash, seorang warga Inggris bisa menjadi pelaku teror di kotanya sendiri, kota dimana ia tumbuh, berkembang, bergaul dan jatuh cinta. Perjalanan Ash digambarkan penuh dengan kebimbangan, apalagi ketika ia bertemu kembali dengan mantan pacarnya setelah enam tahun berpisah. Perpisahan selama enam tahun inilah yang di plot cerita bagaimana Ash berubah menjadi seorang pelaku teror (Home Grown Terrorist).
Plot film ini terasa terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu Ash dan Ewan. Cerita ini sebenarnya bisa dibuat menjadi dua film yang berbeda. Benang merah antara plot Ash dan Ewan terdapat diakhir cerita yang akan mengungkapkan perancang sebenarnya dari pemboman Kota London.
![]() |
| Ash dan Mentornya (Nabil) |
Sutradara film ini sepertinya berusaha menanamkan suatu nilai : "bahwa tindakan teror bukanlah hal yang tepat", karena teror hanya akan mengorbankan jiwa-jiwa orang yang tidak berdosa. Film ini juga mempertanyakan keefektifan perang melawan teror yang dilaksanakan oleh Presiden Bush jr., Cara yang dilakukan Bush ternyata tidak efektif dan hanya memberikan alasan untuk tumbuhnya berbagai macam teror dibelahan dunia lainnya.
Film ini thriller yang kurang memuaskan, tetapi film ini dihiasi dengan berbagai macam argumen yang akan mendorong orang untuk menjauhi tindakan kekerasan, juga argumen yang mendorong orang untuk melakukan tindakan kekerasan. Sentuhan mengenai kisah romantis antara Ash dan kekasih lamanya juga cukup menyenangan untuk diikuti., jadi. Selamat Menonton.




