
Bagaimana
kisah dibalik penemuan alat bantu seks (virbator) pertama kali di dunia? Itulah
yang berusaha dituangkan dalam film ini.
Latar
waktu di film ini adalah Inggris di awal tahun 1900an, Kisah ini diawali oleh
seorang dokter muda bernama dr.Mortimer Granville yang bekerja disebuah rumah
sakit di London, ia beradu argumen dengan direktur rumah sakit mengenai
keberadaan kuman. Direktur rumah sakit ini masih orang yang kolot, ia tidak
mempercayai argument dr.Granville mengenai keberadaan kuman, akhirnya ia dipecat
dari pekerjaan di rumah sakit.
Pemecatannya
ini akhirnya membawa Granville untuk mencari pekerjaan baru, dan akhirnya ia
bertemu dengan dr. Robert Darlymple, seorang dokter yang mengdiagnosa bahwa
kebanyakan wanita di Inggris memiliki Hysteria. dr.
Darlymple meyakini bahwa untuk menyembuhkan penyakit itu, wanita harus
diberikan ‘rangsangan halus’ di daerah kewanitaannya. Tindakan itu menghabiskan
waktu yang sangat lama untuk mencapai hasil yang ‘memuaskan’, hal itulah yang
membuat dr. Darlymple membututhkan asisten. dr.Granville akhirnya menerima
pekerjaan itu.
Film
ini termasuk genre komedi-romantis. dr. Darlymple memiliki dua anak perempuan,
yaitu Emily dan Charlotte. Emily merupakan anak perempuan yang penurut dan
patuh kepada ayahnya, sedangkan Charlotte penentang, pemberontak. Pada awalnya
kisah cinta terjadi antara dr.Granville dan Emily, tetapi akhirnya kisah itu
kandas karena dr.Granville di pecat dari pekerjaannya karena kesalahan yang dia
buat. Sebuah peristiwa akhirnya membuat dr. Granville dekat dengan Charlotte.
dr.
Granville mempunyai keluarga asuh yang berasal dari golongan bangsawan yaitu
keluarga St. John-Smythe, keluarga ini yang membiayai dr. Granville dari kecil
hingga sekarang menjadi seorang dokter. Edmund St. John-Smythe, merupakan kawan
sebaya dari dr.Granville, ia merupakan orang yang eksentrik, ia sering kali
membeli berbagai macam barang baru (karena pada masa itu, penuh dengan penemuan
baru), dan membongkarnya untuk mengetahui apa isinya, dari peralatan inilah dr.Granville
menemukan secara tidak sengaja alat yang dapat memberikan ‘rangsangan halus
yang konsisten’.
Itulah
cuplikan kisah dari film Hysteria. Jika kita melihat apa yang bisa kita
pelajari dari film itu sangatlah banyak. Film itu mengajarkan kita mengenai
kesetaraan gender, Inggris di era 1900an awal digambarkan masih belum
memberikan kesempatan bagi kaum wanita untuk belajar di universitas, maupun
memiliki hak suara di parlemen, wanita harus bekerja di rumah dan mengurus
keluarga. Konflik yang di alami oleh Charlotte dalam film ini memperjuangan hal
itu.
Para
penonton pada akhirnya akan dibawa kepada kesimpulan bahwa Penyakit
‘Hysteria’ merupakan salah satu efek
pengekangan wanita dalam urusan domestik (rumah tangga), wanita digambarkan
tidak mendapatkan kebahagiaan utuh dalam ‘urusan ranjang’ karena keegosian
pria, sehingga dia membutuhkan terapi yang dilakukan oleh dr. Darlymple.
Film
ini juga mengambarkan adanya perbedaan kelas dan perlakukan berdasarkan status
seseorang. dr. Darlymple dan Charlotte bertengkar hebat karena Charlotte
menjalankan sebuah rumah penampungan dan sekolah gratis untuk rakyat jelata di
London. dr. Darlymple sangat marah ketika teman Charlotte harus dirawat di
tempatnya berpraktik, ia merasa bahwa tidak pantas seorang rakyat jelata masuk
ke tempat praktiknya.
Pesan
lain yang dibawa film ini adalah jangan bersifat kolot. Seseorang harus terus
memperbaharui pengetahuannya, karena zaman berkembang, dan banyak penemuan
baru. Jangan sampai ketidakmauan kita untuk membuka diri kepada sesuatu yang
baru akan membawa petaka untuk orang lain.
Film
ini termasuk ringan dan menyenangkan untuk di tonton. Banyak pesan yang bisa
diambil dari film ini. Walaupun premis film ini berhubungan dengan penemuan
virbator, tetapi tidak ada pengambaran yang sangat vulgar mengenainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar