21 April 2012

Hysteria (2011)



Bagaimana kisah dibalik penemuan alat bantu seks (virbator) pertama kali di dunia? Itulah yang berusaha dituangkan dalam film ini.



Latar waktu di film ini adalah Inggris di awal tahun 1900an, Kisah ini diawali oleh seorang dokter muda bernama dr.Mortimer Granville yang bekerja disebuah rumah sakit di London, ia beradu argumen dengan direktur rumah sakit mengenai keberadaan kuman. Direktur rumah sakit ini masih orang yang kolot, ia tidak mempercayai argument dr.Granville mengenai keberadaan kuman, akhirnya ia dipecat dari pekerjaan di rumah sakit.

Pemecatannya ini akhirnya membawa Granville untuk mencari pekerjaan baru, dan akhirnya ia bertemu dengan dr. Robert Darlymple, seorang dokter yang mengdiagnosa bahwa kebanyakan wanita di Inggris memiliki Hysteria. dr. Darlymple meyakini bahwa untuk menyembuhkan penyakit itu, wanita harus diberikan ‘rangsangan halus’ di daerah kewanitaannya. Tindakan itu menghabiskan waktu yang sangat lama untuk mencapai hasil yang ‘memuaskan’, hal itulah yang membuat dr. Darlymple membututhkan asisten. dr.Granville akhirnya menerima pekerjaan itu.

Film ini termasuk genre komedi-romantis. dr. Darlymple memiliki dua anak perempuan, yaitu Emily dan Charlotte. Emily merupakan anak perempuan yang penurut dan patuh kepada ayahnya, sedangkan Charlotte penentang, pemberontak. Pada awalnya kisah cinta terjadi antara dr.Granville dan Emily, tetapi akhirnya kisah itu kandas karena dr.Granville di pecat dari pekerjaannya karena kesalahan yang dia buat. Sebuah peristiwa akhirnya membuat dr. Granville dekat dengan Charlotte.

dr. Granville mempunyai keluarga asuh yang berasal dari golongan bangsawan yaitu keluarga St. John-Smythe, keluarga ini yang membiayai dr. Granville dari kecil hingga sekarang menjadi seorang dokter. Edmund St. John-Smythe, merupakan kawan sebaya dari dr.Granville, ia merupakan orang yang eksentrik, ia sering kali membeli berbagai macam barang baru (karena pada masa itu, penuh dengan penemuan baru), dan membongkarnya untuk mengetahui apa isinya, dari peralatan inilah dr.Granville menemukan secara tidak sengaja alat yang dapat memberikan ‘rangsangan halus yang konsisten’.

Itulah cuplikan kisah dari film Hysteria. Jika kita melihat apa yang bisa kita pelajari dari film itu sangatlah banyak. Film itu mengajarkan kita mengenai kesetaraan gender, Inggris di era 1900an awal digambarkan masih belum memberikan kesempatan bagi kaum wanita untuk belajar di universitas, maupun memiliki hak suara di parlemen, wanita harus bekerja di rumah dan mengurus keluarga. Konflik yang di alami oleh Charlotte dalam film ini memperjuangan hal itu.

Para penonton pada akhirnya akan dibawa kepada kesimpulan bahwa Penyakit ‘Hysteria’  merupakan salah satu efek pengekangan wanita dalam urusan domestik (rumah tangga), wanita digambarkan tidak mendapatkan kebahagiaan utuh dalam ‘urusan ranjang’ karena keegosian pria, sehingga dia membutuhkan terapi yang dilakukan oleh dr. Darlymple.

Film ini juga mengambarkan adanya perbedaan kelas dan perlakukan berdasarkan status seseorang. dr. Darlymple dan Charlotte bertengkar hebat karena Charlotte menjalankan sebuah rumah penampungan dan sekolah gratis untuk rakyat jelata di London. dr. Darlymple sangat marah ketika teman Charlotte harus dirawat di tempatnya berpraktik, ia merasa bahwa tidak pantas seorang rakyat jelata masuk ke tempat praktiknya.

Pesan lain yang dibawa film ini adalah jangan bersifat kolot. Seseorang harus terus memperbaharui pengetahuannya, karena zaman berkembang, dan banyak penemuan baru. Jangan sampai ketidakmauan kita untuk membuka diri kepada sesuatu yang baru akan membawa petaka untuk orang lain.

Film ini termasuk ringan dan menyenangkan untuk di tonton. Banyak pesan yang bisa diambil dari film ini. Walaupun premis film ini berhubungan dengan penemuan virbator, tetapi tidak ada pengambaran yang sangat vulgar mengenainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar