10 Desember 2012

Wild Bill (2011)


“Menjadi seorang ayah itu berat, janganlah memutuskan untuk menjadi ayah jika tidak kuat dengan konsekuensinya”


Keluar dari penjara menjadi sesuatu hal yang membahagiakan, ia bisa kembali merasakan kebebasan tanpa adanya batasan. Itulah yang dipikirkan pertama kali oleh Bill, seorang narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat, ia berharap bisa kembali berkumpul bersama keluarganya, kembali berbahagia.

Tetapi kenyataan berbeda dengan banyangannya, ia mendapati istrinya telah pergi meninggalkan dua anaknya, Dean dan Jim. Untuk memenuhi kebutuhan hidup Dean terpaksa bekerja sebagai tukang bangunan, padahal dia masih dibawah umur.

Masuk kembali kedalam kehidupan normal ternyata sangat sulit bagi Bill. Ia harus menghadapi mantan koleganya yang menyebabkan ia masuk penjara, ia dipaksa untuk kembali ke kehidupan hitamnya. Dean, sebagai anak tertuanya juga menolak kehadirannya karena merasa karena dirinyalah, keluarga ini menjadi berantakan dan hancur.

Wild Bill (2011) mengambil latar belakang kehidupan di Inggris, kita akan disajikan interaksi kehidupan kaum pinggiran di Kota London. Kota besar tidak selamanya memiliki sisi indah, tetapi juga ada sisi gelap yang mereka punyai. Kita akan diajak berjalan-jalan mengenali salah satu sisi gelap di Kota London, perdagangan narkoba yang memanfaatkan anak kecil, kisah pelacuran, geng jalanan, dsb.

Ayah Akan selalu menjaga Anaknya
apapun yang mereka lakukan
Film ini memiliki pesan yang kuat mengenai bagaimana ayah yang sebenarnya. Bill merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi dengan keluarganya, ia berusaha memperbaikinya. Perlahan-lahan, kedua anaknya kembali mendapatkan rasa kepercayaan mereka kepada ayahnya.

Seorang ayah yang baik akan berusaha menyelesaikan masalah yang diperbuatan anaknya, karena ayah adalah seorang pemimpin dan pelindung. Itulah yang dilakukan oleh Bill, ia harus membereskan masalah yang menimpa Jim, karena ia ikut berdagang obat terlarang dijalanan. Bill tetap melakukannya walaupun ia beresiko untuk mati terbunuh dalam pertarungan dengan geng obat bius.

Belakangan ini, sering kali kita melihat seorang anak merasa tidak dekat dengan ayahnya. Bagi teman-teman yang merasa seperti itu, cobalah terbuka lebih sedikit kepada ayahnya. Mungkin ayahmu sudah berusaha untuk berkomunikasi kepada dirimu, tetapi karena kalian saja yang tidak membuka diri, kau menjadi merasa ayahmu tak melakukan apa-apa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar