21 Juni 2012

The Woman in the Fifth (2011)

"Pikiran merupakan musuh yang paling jahat, pikiran bisa membuat sebuah keadaan menjadi lebih buruk dibandingkan dengan kenyataannya!"

Tom adalah seorang profesor dan penulis buku, ia memutuskan untuk terbang dari Amerika Serikat menuju Prancis supaya dapat menemui anak perempuannya. Mereka terpaksa berpisah karena perintah pengadilan, perceraian membuat Tom harus kehilangan hak asuh anaknya.

Kedatangan Tom ke Paris, Prancis sepertinya bukan keputusan yang tepat. Ia dikejar-kejar polisi  karena melanggar perintah pengadilan dan iapun kehilangan seluruh barang bawaannya karena tertidur di dalam Bus. 

Beruntung karena kebaikan hati seorang pengusaha kafe bernama Sezer, ia bisa mendapatkan tempat tinggal serta pekerjaan sementara sehingga ia bisa memiliki uang untuk hidup. Kehidupan Tom berubah setelah ia bertemu dengan seorang janda bernama Margit di acara "Temu Sastra'. Tom dan Margit menjalin sebuah hubungan romantis, margit menjadi tempat Tom untuk bercerita soal seluruh masalahnya.

Kisah cinta Tom ternyata tidak hanya terjalin dengan Margit, istri Sezer bernama Natahlie menaruh hati kepadanya. Ia tertarik dengan kepribadian Tom sebagai seorang penulis. Hubungan Natahlie dan Tompun terjalin, dan hal inilah yang menyebabkan Tom terlibat masalah dan di penjara.

Film ini membawa sebuah kejutan serta ketidakjelasan. Pada awalnya cerita ini disajikan sebagai film drama soal "perselingkuhan biasa", tetapi ternyata sosok Tom merupakan  sosok yang mengalami "sakit mental". Penyakit mental inilah yang membuat Tom tidak bisa membedakan yang mana yang dunia nyata dan khayalannya.

Film ini mengambil latar belakang kota Paris, Prancis. Tetapi pengambarannya hanya bisa kita lihat dari berdiri tegaknya Menara Effiel, sisanya kita hanya mendapatkan gambar dari tempat tinggal Tom, ruang kerja Tom serta apartemen tempat Margit tinggal.

Margit dan Tom
Secara tidak langsung, Film ini mengambarkan bahwa kota Paris memiliki bagian sub-urban yang dikuasai oleh para imigran-imigran. Hal itu digambarkan dengan karakter Sazer yang merupakan keturuan arab, tetapi kawasan Sub-urban di Paris bukannya tanpa belas kasih, Sazer dengan sukarela membantu Tom yang kerampokan.

Cerita soal seks di film ini mengambarkan sebuah kebebasan. Seorang wanita yang sudah memiliki suami, bisa dengan mudah (tanpa rasa bersalah) menggoda seorang pria asing, yang baru datang di kehidupannya. Pesan yang bisa ditangkap adalah "Ketertarikan terhadap seseorang, akan selalu dieskpersikan dengan seks", jika seseorang tertarik, tidak menjadi masalah mereka berhubungan seks, karena hal itu menjadi sebuah bukti ketertarikannya.

Berbicara soal hak asuh anak, kita patut mencermati percakapan yang dilakukan Tom dengan anak perempuannya. Mantan Istri Tom, mengatakan bahwa Tom dipenjara, tetapi sesungguhnya Tom ada dirumah sakit. Pernyataan istri Tom sepertinya dimaksudkan agar anak Tom menjadi membenci Tom, karena Tom adalah penjahat, sehingga Tom bisa ada di penjara.

Kebohongan-kebohongan inilah yang biasanya dilakukan oleh para orang tua yang berebut hak asuh anak. Mereka berusaha membuat anaknya membenci yang lain, dengan cara memberitahukan hal-hal bohong mengenai mereka. Sebaiknya hal itu dihindari karena akan menimbulkan dampak yang buruk untuk anak.

The Woman in Fifth sebagai sebuah film agak berat untuk ditonton, film ini bukan merupakan film yang 'sekedar untuk bersenang-senang', film ini harus ditonton dengan konsentrasi penuh.



2 komentar:

  1. wah... menarik kayaknya filmnya.. bagi yak entar. btw, udah siap nih kayaknya jadi editor Sinezin.com? :D

    BalasHapus
  2. Casino Finder (Android) - JT Hub
    Casino Finder (Android). Free & Paid Work ✓ No 경상북도 출장마사지 Deposit Needed ✓ Mobile Application ✓ No 정읍 출장샵 Download casino list, 서귀포 출장안마 find 강릉 출장샵 your own location now and use 아산 출장안마 the

    BalasHapus